Xinhua Net Guangxi Channel (29/10) Badan Pengawasan Kualitas Negara China pada tanggal 28 Oktober menandatangani Ikhtisar Rapat dengan Indonesia dan Filipina, dan berjanji akan membentuk suatu mekanisme kerja sama pengawasan makanan.
Dalam Konferensi Pimpinan Badan Pengawasan Kualitas China-ASEAN yang pertama ini, Badan Pengawasan Kualitas China berdiskusi bersama-sama sebagian pimpinan Badan Pengawasan Makanan negara ASEAN, bertukar pendapat hal-hal penting mengenai pengawasan kualitas makanan ekspor dan impor.
Dalam ikhtisar rapat yang ditandatangani dengan Badan Pengawasan Makanan dan Obat-obatan Indonesia, kedua pihak mengungkapkan, saat ini masih banyak masalah dalam hal pertukaran informasi dan mekanisme kerja sama. Kedua pihak juga berdiskusi mengenai bahan beracun yang terkandung dalam makanan dan setuju untuk mengundang ahli untuk mengadakan penelitian bersama.
Dalam ikhtisar rapat yang ditandatangani dengan Badan Kesehatan Filipina, China-Filipina kedua pihak meninjau kembali keadaan kerja sama di bidang pengawasan makanan yang lalu dan setuju untuk terus bekerja sama, menyelesaikan masalah yang ada dengan adil. Ikhtisar rapat juga menyebutkan mengenai masalah bahan beracun yang terkandung dalam makanan. Pihak China berharap Filipina memperhatikan masalah ini dan melakukan penilaian serta penelitian untuk membenahi kebijakan yang terkait.
Di samping itu, Badan Pengawasan Kualitas Negara China terhadap Indonesia dan Filipina masing-masing menginformasikan mengenai berbagai tindakan yang diambil pemerintah China untuk menjamin keamanan makanan dalam waktu dekat ini.
(wartawan:Hao Yalin,Chen Jiming/alih bahasa:Widya Suharto)